ChatGPT bukan tempat curhat — Peringatan Sam Altman
ChatGPT bukan tempat curhat bagi urusan pribadi, kata CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam sebuah wawancara podcast baru-baru ini, Altman mengingatkan bahwa interaksi dengan AI seperti ChatGPT tidak dilindungi oleh kerahasiaan hukum seperti yang berlaku bagi terapis, dokter, atau pengacara.
Kenapa ChatGPT bukan tempat curhat
- Tidak ada perlindungan hukum khusus
Percakapan dengan ChatGPT bisa diminta oleh pengadilan jika ada subpoena atau proses hukum — berbeda dengan sesi dokter-pasien atau pengacara-klien yang memiliki privilege hukum. - Data bisa digunakan untuk pelatihan AI
Altman menyebut bahwa input pengguna masih bisa digunakan untuk melatih model AI, dengan potensi informasi pribadi muncul kembali dalam konteks berbeda nantinya. - Tren chat GPT sebagai “teman curhat”
Terutama di kalangan muda, banyak yang menganggap ChatGPT layaknya pelatih hidup atau terapis emosional — padahal ChatGPT bukan tempat curhat dan tidak ada batasan hukum untuk perlindungan data tersebut. - Fitur publikasi bisa bocor ke internet
Kejadian fitur berbagi obrolan publik pernah memungkinkan pengguna ChatGPT menjadikannya link yang ditemukan Google. Meskipun sudah ditutup, hal ini memperlihatkan risiko kebocoran tak terduga.
Risiko nyata dari kebiasaan curhat
- Bahaya hukum dan privasi
Informasi sensitif seperti pengakuan pelanggaran hukum bisa menjadi bukti di pengadilan. - Ilusi ruang aman
Banyak pengguna merasa nyaman curhat ke ChatGPT, padahal AI hanya menghasilkan respons berdasarkan pola data, bukan empati manusia nyata.
Apa yang sedang dilakukan OpenAI?
- Bendung tekanan hukum
OpenAI kini menghadapi gugatan dari The New York Times dan pihak lain yang menuntut penyimpanan seluruh percakapan pengguna ChatGPT. Perusahaan sedang mengajukan banding atas tuntutan tersebut. - Masih mencari kerangka hukum AI
Hingga kini belum ada regulasi khusus tentang privasi interaksi AI sehingga Altman menyebut belum ada solusi pasti untuk perlindungan semacam doctor‑patient confidentiality pada AI.
Tips tetap aman pakai ChatGPT
Jika tetap ingin menggunakan ChatGPT secara aman, berikut beberapa saran:
- Jangan masukkan informasi sensitif (ktp, alamat, rincian hukum)
- Gunakan fitur “Chat History Off” jika tersedia (walau tetap tidak menjamin perlindungan hukum penuh)
- Untuk konsultasi legal, medis atau terapi: tetap minta bantuan profesional nyata
- Sadari bahwa setiap input bisa jadi bukti hukum jika dibutuhkan nantinya
Langkah bijak agar privasi tetap aman
Cara memanfaatkan ChatGPT tanpa kehilangan privasi:
- Batasi info pribadi yang Anda berikan
- Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan penyelesaian masalah personal
- Pelajari fitur privasi yang tersedia
- Tinggalkan masalah emosional berat ke terapis manusia bersertifikat
- Pantau perkembangan regulasi AI di Indonesia dan global
Kesimpulan
ChatGPT bukan tempat curhat adalah peringatan penting dari Sam Altman yang wajib diperhatikan. Tanpa seperti kerangka hukum yang menjamin kerahasiaan seperti pada konsultasi profesional, obrolan pribadi melalui AI bisa disimpan, digunakan untuk pelatihan, atau bahkan dipanggil ke pengadilan. Gunakan AI dengan bijak—curhat boleh, tapi rahasia harus tetap aman.