9 Fakta Exclusive Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata

Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata, demikian tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pernyataan Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata ini muncul setelah para pemimpin Lebanon—dipimpin Perdana Menteri Nawaf Salam—memutuskan meminta militer menyusun rencana pelucutan senjata oleh akhir 2025. Berikut lima fakta penting yang perlu diketahui terkait Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata:

Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata
Menlu Iran Abbas Araghchi

1. Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata– Tanpa Intervensi Langsung di Tengah Ancaman Ekspansi Israel

Araghchi menyatakan, “Any decision on this matter will ultimately rest with Hezbollah itself. We support it from afar, but we do not intervene in its decisions,”—menegaskan dukungan tanpa mencampuri keputusan internal Hizbullah.

Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Situasi geopolitik regional, terutama hubungan tegang dengan Israel, menjadi latar utama dari keputusan ini. Pada beberapa kesempatan, pejabat Israel menuduh Iran secara langsung mempersenjatai Hizbullah dengan teknologi rudal presisi dan sistem pertahanan udara. Tuduhan ini menambah kekhawatiran bahwa setiap upaya Pelucutan Senjata Hizbullah dapat dianggap sebagai peluang emas oleh Israel untuk melancarkan agresi militer ke Lebanon.

Pernyataan dari pemimpin Hizbullah sebelumnya juga menguatkan kekhawatiran ini. Dalam pidatonya pada 5 Agustus, Hassan Nasrallah menegaskan bahwa jika Israel melanjutkan agresi atau tidak menghormati gencatan senjata 2024, maka Hizbullah akan membalas “dengan skala dan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya.” Pernyataan Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata tersebut menggarisbawahi bahwa keberadaan senjata bukan hanya soal politik domestik Lebanon, tetapi terkait eksistensi pertahanan terhadap potensi perang regional.

2. Hizbullah Tolak Rencana Pelucutan Senjata dan Menyebutnya ‘Dosa Besar’

Kelompok Hizbullah menilai keputusan pemerintah Lebanon—menugaskan militer menyusun rencana pelucutan senjata—sebagai “grave sin,” dan menyebutnya sebagai hasil tekanan eksternal yang melemahkan kedaulatan Lebanon. Mereka menyatakan akan menganggap keputusan itu “seolah-olah tidak ada,” sekaligus menyatakan kesediaan berdialog dalam konteks strategi keamanan nasional yang lebih luas.

3. Rencana Pemerintah Lebanon: Militer Menyusun Rencana, Disampaikan Akhir Agustus

PM Nawaf Salam

Pemerintah Lebanon – di bawah PM Nawaf Salam – memerintahkan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) menyusun rencana untuk memastikan hanya institusi negara lah yang bersenjata sebelum akhir 2025. Rencana itu akan dibahas oleh kabinet pada akhir Agustus.

4. Konteks Tekanan Internasional dan Visualisasi Politik Domestik

Tom Barrack

Keputusan ini datang di bawah tekanan signifikan dari Amerika Serikat lewat utusannya, Tom Barrack, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata November 2024 yang meminta pelucutan senjata kelompok yang tidak resmi. Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Salam mendukung langkah ini sebagai bagian dari realokasi wewenang militer kepada negara, meskipun Hizbullah dan sekutunya—seperti Amal—menolak.

5. Hizbullah Siap Bangkit Kembali: Reorganisasi pasca-perang dan Peringatan Kuat

Araghchi menegaskan bahwa Hizbullah telah “rebuilt itself” atau membangun kembali diri mereka setelah mengalami kemunduran selama perang dengan Israel tahun lalu. Sementara itu, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, memperingatkan bahwa jika Israel melancarkan serangan skala besar, mereka siap meluncurkan rudal balasan – sebuah sinyal kuat bahwa kemampuan militer mereka belum padam.

6. Pengaruh Iran di Lebanon Semakin Kuat?

Banyak pengamat internasional menilai bahwa Iran memiliki pengaruh besar terhadap dinamika politik dan keamanan Lebanon melalui Hizbullah. Meski Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa “Iran tidak mengintervensi keputusan Hizbullah,” pernyataan tersebut menuai beragam respons. Sebagian menganggapnya sebagai upaya diplomatis untuk menghindari kecaman internasional, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk dukungan pasif-agresif yang tetap memiliki bobot strategis besar.

Hizbullah, sebagai kekuatan politik dan militer terorganisir di Lebanon, telah lama menerima dukungan logistik, pelatihan, dan persenjataan dari Iran sejak 1980-an. Oleh karena itu, dukungan Iran atas keputusan kelompok ini menolak perlucutan senjata bukan hanya bersifat simbolik, tapi merupakan sinyal bahwa Teheran akan terus memandang Hizbullah sebagai aset penting dalam menghadapi dominasi barat dan Israel di kawasan.

7. Bagaimana Reaksi Masyarakat dan Parlemen Lebanon?

Di dalam negeri Lebanon sendiri, reaksi atas rencana pelucutan senjata Hizbullah beragam. Kelompok politik seperti Kataeb dan Forces Libanaises mendukung penuh keputusan pemerintah PM Nawaf Salam, karena mereka meyakini bahwa hanya militer resmi negara yang berhak memiliki senjata.

Namun, masyarakat Lebanon terbagi. Sebagian besar warga Syiah yang menjadi basis pendukung Hizbullah justru menilai kelompok ini sebagai pelindung dari ancaman eksternal, terutama dari Israel. Bagi mereka, Pelucutan Senjata Hizbullah akan membuka celah yang membahayakan stabilitas dan keamanan komunitas mereka.

8. Akankah Lebanon Sukses Melucuti Senjata Hizbullah?

Proses pelucutan senjata Hizbullah bukan sekadar keputusan politik, tetapi tantangan besar dalam praktiknya. Hizbullah memiliki struktur militer yang tidak kalah kuat dari tentara Lebanon sendiri, dengan kekuatan pasukan diperkirakan lebih dari 30.000 personel aktif dan cadangan. Selain itu, keberadaan mereka di pemerintahan membuat setiap keputusan yang menyangkut Hizbullah bisa berujung pada krisis kabinet.

Pakar pertahanan dari Universitas Saint Joseph Beirut, Dr. Karim Dabbous, menyatakan:

“Tanpa konsensus nasional dan jaminan dari kekuatan eksternal, upaya Pelucutan Senjata akan sulit berhasil dan bisa memicu instabilitas baru.”

9. Penutup: Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata, Lalu Apa Selanjutnya?

Dengan Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata, masa depan keputusan perlucutan senjata ini masih penuh tanda tanya. Apakah pemerintah Lebanon akan memaksakan implementasi rencana tersebut? Ataukah mereka akan menempuh jalur kompromi demi menghindari perpecahan dalam negeri?

Satu hal yang jelas: Iran Dukung Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata bukanlah peristiwa satu arah. Ini adalah bagian dari dinamika kekuatan regional yang lebih luas, di mana keamanan, kedaulatan, dan pengaruh politik saling beradu dalam arena Timur Tengah.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *