Exclusive: Viral Sungai Seine Paris Dibuka untuk Berenang Akibat Gelombang Panas 2025
Warga berenang di Bras Marie, menjadikan Sungai Seine sebagai arena rekreasi alami di tengah suhu yang melonjak.

Exclusive: Viral Sungai Seine Paris Dibuka untuk Berenang Akibat Gelombang Panas 2025

Sungai Seine Paris Jadi Tempat Berenang Warga Akibat Gelombang Panas Ekstrem 2025

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak awal Juli 2025 membawa perubahan besar bagi kehidupan warga Paris. Salah satu dampak paling mencolok adalah dibukanya Sungai Seine Paris sebagai tempat berenang umum — sesuatu yang telah dilarang selama lebih dari satu abad.

Sungai Seine Paris
Sejumlah orang berenang di Sungai Seine dekat Bras Marie, mencari kesegaran di tengah teriknya gelombang panas yang melanda Paris.

Fenomena ini menarik perhatian masyarakat lokal hingga turis mancanegara yang mencari cara menyegarkan diri di tengah suhu udara yang melonjak tajam. Pemerintah kota Paris mencatat lonjakan kunjungan ke lokasi pemandian di sungai ini, dengan ribuan orang menceburkan diri setiap harinya.

Berikut ini lima fakta menarik terkait pembukaan Sungai Seine Paris sebagai tempat berenang umum, yang kini juga menjadi daya tarik wisata musiman baru di kota mode tersebut.

1. Berenang di Sungai Seine Paris Diperbolehkan Lagi Setelah 100 Tahun

Sejak tahun 1923, berenang di Sungai Seine Paris dilarang secara hukum karena tingginya tingkat polusi dan bahaya dari lalu lintas sungai. Namun, proyek pembersihan senilai 1,4 miliar euro yang dimulai beberapa tahun lalu berhasil mengubah kondisi sungai secara signifikan. Proyek ini awalnya ditujukan untuk Olimpiade Paris 2024 agar cabang triatlon dan renang bisa digelar di Seine.

Pesona Sungai Seine menjadi pelarian warga Paris dari panasnya udara, mengubah tepian sungai menjadi ruang publik yang hidup.

Kini, berkat keberhasilan proyek tersebut, kualitas air Sungai Seine telah memenuhi standar Uni Eropa dan memungkinkan untuk aktivitas renang umum. Pada 5 Juli 2025, pemerintah secara resmi membuka tiga lokasi pemandian di sepanjang sungai, yakni di daerah Bras Marie, Bercy, dan Grenelle.

2. Lonjakan Suhu Jadi Pemicu Utama

Sungai Seine Paris mulai dibanjiri pengunjung karena suhu udara di ibu kota Prancis mencapai 38°C, tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Badan meteorologi nasional Météo-France telah menetapkan status siaga tinggi untuk Paris.

Gelombang panas akan berlangsung di Prancis hingga hari Minggu dan setidaknya hingga awal minggu depan, menurut prakiraan Meteo France, dengan suhu hingga 42 derajat Celcius (107,5 derajat Fahrenheit) diperkirakan terjadi di beberapa wilayah barat daya. Di Paris, badan tersebut memperkirakan suhu tertinggi hingga 38 derajat Celcius (100,4 derajat Fahrenheit).

Kondisi cuaca yang ekstrem ini mendorong masyarakat untuk mencari tempat yang bisa memberikan sensasi dingin alami. Sungai Seine, dengan suhu air sekitar 22°C, menjadi pilihan yang menarik dan menyegarkan, terlebih di tengah minimnya kolam renang umum yang mampu menampung lonjakan pengunjung.

3. Ribuan Orang Menceburkan Diri Setiap Hari

Menurut Wakil Wali Kota Paris, Pierre Rabadan, sejak dibuka pada awal Juli, lebih dari 40.000 orang telah berenang di Sungai Seine. Angka ini terus meningkat seiring gelombang panas yang masih berlangsung hingga pertengahan Agustus.

Pengunjung menikmati sore santai di pinggir Sungai Seine, menggabungkan kesegaran air dan keindahan panorama kota.

Setiap hari, antara 800 hingga 1.200 orang berkunjung ke lokasi pemandian, dengan batas maksimal 200 orang dalam satu waktu untuk menjaga keamanan dan kualitas air. Para pengunjung diharuskan mengenakan pelampung kuning dan mematuhi batas-batas aman yang telah ditentukan.

Setelah larangan 102 Tahun, Sungai Seine di Paris, Prancis dibuka lagi untuk berenang.

4. Fasilitas Modern dan Pengawasan Ketat

Pemerintah kota Paris tidak main-main dalam membuka Sungai Seine Paris untuk publik. Lokasi pemandian dilengkapi dengan ruang ganti, loker, penjaga sungai, dan sistem uji kualitas air harian.

Sepanjang tepi sungai tedapat tiga lokasi yang dapat menyambut lebih dari seribu perenang setiap hari hingga 31 Agustus mendatang.

“Airnya cukup hangat, bahkan lebih hangat daripada laut,” ujar Elisabeth Lorin, warga dari pinggiran timur Paris. “Sensasinya luar biasa, terlebih dengan pemandangan langsung ke Menara Eiffel.”

Sepanjang tepi sungai tedapat tiga lokasi yang dapat menyambut lebih dari seribu perenang setiap hari hingga 31 Agustus mendatang.

Namun, para penjaga seperti Marina Gicquel tetap mengingatkan bahwa berenang di sungai tidak sama dengan kolam. Arus bisa berubah, air bisa keruh, dan tidak ada pijakan. Kedalaman sungai mencapai 3–5 meter, sehingga pelampung menjadi wajib.

5. Antusiasme vs Kekhawatiran Soal Kualitas Air

Meski banyak yang antusias, sebagian warga dan turis masih skeptis terhadap keamanan air. Seorang turis asal Australia, Thurkka Jeyakumar, mengatakan ia enggan menceburkan diri karena warna air yang keruh dan potensi bakteri seperti E. coli.

Warga lokal berenang di sungai untuk menghindari suhu panas

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Tahun lalu, beberapa pertandingan Olimpiade terpaksa ditunda karena kadar bakteri melebihi ambang batas aman, terutama saat musim hujan. Karena itu, setiap lokasi pemandian hanya dibuka jika hasil uji air menunjukkan kualitas layak renang berdasarkan standar Uni Eropa.

Antisipasi Jangka Panjang: Paris Menuju Kota Ramah Iklim

Fenomena pembukaan Sungai Seine Paris sebagai lokasi berenang massal ini tidak hanya mencerminkan adaptasi terhadap cuaca panas, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang Paris menjadi kota ramah iklim.

Pembukaan Sungai Seine untuk para perenang

Menurut laporan harian Le Monde, pemerintah kota Paris tengah mempertimbangkan untuk menjadikan lokasi-lokasi pemandian di Sungai Seine Paris ini sebagai fasilitas permanen selama musim panas tiap tahunnya, asalkan kualitas air dapat dijaga dan suhu tetap ekstrem seperti sekarang.

Proyek pengelolaan air limbah dan sistem drainase baru juga sedang dipercepat agar aliran air hujan tidak mencemari sungai saat badai datang.

Kesimpulan

Sungai Seine Paris kini menjadi simbol adaptasi masyarakat urban terhadap perubahan iklim. Di tengah suhu ekstrem yang memecahkan rekor, sungai yang dahulu tercemar kini menjadi oasis kota yang menyegarkan dan inklusif. Meski dibuka dengan pengawasan ketat, inisiatif ini membuktikan bahwa transformasi lingkungan bisa membuka peluang baru — bahkan untuk berenang di tengah kota yang ikonik seperti Paris.

Namun, penting untuk terus mengawasi kualitas air dan memperhatikan keselamatan pengunjung. Sebab, berenang di alam bebas tetap memiliki risiko yang berbeda dibandingkan kolam renang modern.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *