7 Fakta Exclusive: Dezi Freeman Diburu Polisi di Hutan Victoria

Dezi Freeman Diburu Polisi di Hutan Victoria

Dezi Freeman, tersangka penembakan dua polisi di Porepunkah, kini menjadi incaran besar di hutan pegunungan Victoria.

dezi freeman
Dua polisi tewas dalam penembakan di sebuah properti pedesaan di kota Porepunkah, Victoria, pada hari Selasa. Berikut informasi terbaru mengenai pengejaran tersangka Dezi Freeman di Australia.

Kasus ini dimulai pada 26 Agustus 2025 saat Freeman menembak tiga petugas, menewaskan dua orang, lalu melarikan diri ke hutan. Hingga 31 Agustus 2025, operasi pengejaran besar-besaran terus berlangsung dengan dukungan teknologi modern, namun cuaca ekstrem memperlambat pencarian. Polisi yakin Freeman memiliki kemampuan survival tinggi dan ideologi radikal, sehingga dianggap ancaman serius.

Dezi Freeman
Dezi Freeman

Kronologi Penembakan dan Pengejaran Dezi Freeman

  1. Selasa, 26 Agustus 2025 – Penembakan di Porepunkah

    • Polisi Victoria mengirimkan tim berjumlah sekitar 10 petugas ke rumah Dezi Freeman (56 tahun) di Porepunkah, timur laut negara bagian Victoria, untuk melakukan pemeriksaan terkait laporan ancaman dan kepemilikan senjata ilegal.

    • Tanpa peringatan, Freeman melepaskan tembakan ke arah petugas.

    • Detektif Neal Thompson (59) dan Polisi Senior Vadim De Waart (35) tewas di tempat.

    • Seorang petugas lainnya terluka serius dan segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani dua kali operasi, namun diperkirakan selamat.

  1. Freeman Kabur ke Hutan Alpine

    • Setelah penembakan, Dezi Freeman melarikan diri ke daerah hutan dan pegunungan Alpine di sekitar Porepunkah.

    • Polisi langsung menutup akses jalan utama, namun Freeman berhasil menghilang di area semak-semak yang lebat.

    • Polisi yakin Freeman membawa senjata lengkap dan memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar.

  1. 27–28 Agustus 2025 – Operasi Pengejaran Besar-besaran

    • Lebih dari 450 petugas, termasuk unit khusus dan Australian Federal Police (AFP), dikerahkan.

    • Zona larangan terbang diterapkan, dan drone termal serta kendaraan lapis baja digunakan.

    • Istri Freeman (42 tahun) dan putranya (15 tahun) sempat ditahan dan diinterogasi, namun dibebaskan sambil tetap diselidiki.

  1. 29 Agustus 2025 – Identitas Freeman Dipublikasikan

    • Polisi merilis nama dan foto Dezi Freeman ke publik.

    • Kepala Polisi Victoria, Mike Bush, mengimbau Freeman agar menyerahkan diri.

    • Media Australia melaporkan Freeman adalah penganut ideologi ekstrem “warga negara berdaulat” (sovereign citizen) yang menolak otoritas hukum negara.

  1. 30 Agustus 2025 – Pencarian Terhambat Cuaca Buruk

    • Operasi memasuki hari keempat hingga kelima, tetapi badai salju, suhu rendah, dan angin kencang (hingga 115 km/jam) memperlambat pencarian.

    • Jejak kaki dan sisa perbekalan yang diduga milik Freeman ditemukan sekitar 10 km dari rumahnya, menunjukkan ia bergerak di malam hari untuk menghindari deteksi.

  1. 31 Agustus 2025 – Pencarian Tetap Berlanjut

    • Polisi mendirikan pos pemeriksaan di berbagai jalur keluar-masuk hutan Alpine.

    • Warga sekitar diminta mengunci rumah, tidak keluar tanpa alasan mendesak, dan melapor bila melihat tanda-tanda keberadaan Freeman.

    • Polisi menegaskan Freeman masih bersenjata dan sangat berbahaya, tetapi memberi peluang untuk menyerah tanpa kekerasan.

Ratusan polisi dikerahkan untuk memburu Dezi Freeman, tersangka penembakan brutal terhadap dua petugas di Victoria. Freeman yang diyakini berideologi ekstrem dan ahli bertahan hidup di alam liar kini bersembunyi di hutan lebat kawasan pegunungan Alpine. Berikut adalah point investigasi dari kasus penembakan polisi ini.

1. Operasi Pengejaran Masuk Hari Kelima

Operasi pencarian Dezi Freeman telah memasuki hari kelima. Polisi Victoria kembali memperbarui strategi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menghambat.

2. Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian

Tim pencari menghadapi angin kencang hingga 115 km/jam, suhu dingin, salju, dan es hitam di medan pegunungan Victoria. Kondisi ini membuat pencarian menjadi sangat berbahaya dan menantang.

3. Keterampilan Freeman Membahayakan

Dezi Freeman dipercaya memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar dan pengetahuan mendalam tentang medan Alpen—kemungkinan besar menghindar selama berminggu-minggu.

4. Ideologi Ekstrem dan Mental Health

Freeman diduga terlibat dalam ideologi “warga negara berdaulat” (sovereign citizen) yang menolak otoritas negara. Seorang teman lama menyebut kondisi mentalnya memburuk, ditambah ia memiliki sabuk hitam karate.

5. Eskalasi Operasi — Ribuan Petugas Digerakkan

Lebih dari 450 petugas dikerahkan, termasuk unit khusus, AFP, dan kepolisian antar negara bagian. Di tengah operasi, diadakan zona larangan terbang dan penggunaan drone termal serta kendaraan lapis baja.

6. Keluarga Terlibat dalam Penyelidikan

Istri Freeman, Mali (42 tahun), serta putranya yang berusia 15 tahun, pernah ditahan lalu dibebaskan sambil menjalani penyelidikan lebih lanjut. Keduanya dikatakan sempat diwawancara oleh polisi.

7. Potensi Penangkapan Akan Berlangsung Lama

Beberapa pengamat, termasuk mantan negosiator NSW, memperingatkan bahwa Freeman mampu bertahan lama dalam kondisi seperti ini dengan fasilitas survival yang dimilikinya. Namun, kondisi alam ekstrim bisa menghambat peluangnya bertahan lama.

Dukungan Pemerintah dan Peringatan untuk Warga

Pemerintah negara bagian Victoria dan federal Australia telah menyatakan dukungan penuh terhadap operasi pencarian Dezi Freeman. Warga sekitar Porepunkah dan Bright diminta untuk tetap berada di dalam rumah, mengunci pintu, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan Freeman. Polisi juga meminta masyarakat tidak mencoba menghadapi tersangka karena ia dianggap bersenjata lengkap dan sangat berbahaya.

Selain itu, sekolah-sekolah di sekitar kawasan hutan ditutup sementara, dan kegiatan masyarakat seperti pasar lokal serta festival musim dingin dibatalkan untuk menghindari potensi risiko keamanan.

Teknologi Pencarian Canggih Digunakan

Kepolisian Victoria, bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP), menggunakan berbagai teknologi untuk mempersempit area pencarian Dezi Freeman. Drone termal, anjing pelacak, dan kendaraan lapis baja dikerahkan ke wilayah pegunungan. Namun, cuaca buruk membuat banyak drone tidak bisa terbang lebih dari beberapa menit karena angin kencang dan suhu rendah.

Beberapa helikopter juga disiagakan di luar zona badai salju untuk melakukan penyisiran udara begitu cuaca membaik. Pos pemeriksaan jalan darat dipasang di beberapa titik strategis untuk mencegah Freeman keluar dari kawasan pengepungan.

Jejak dan Barang Bukti Baru Ditemukan

Menurut laporan media lokal, polisi menemukan jejak kaki dan sisa perbekalan yang diduga milik Dezi Freeman sekitar 10 kilometer dari rumahnya. Barang bukti itu menunjukkan ia bergerak di malam hari untuk menghindari pantauan udara. Polisi juga mengamankan beberapa pondok pemburu liar yang diduga bisa dipakai Freeman sebagai tempat bersembunyi sementara.

Reaksi Publik dan Diskusi tentang Regulasi Senjata

Kasus ini memicu diskusi publik luas tentang keamanan polisi dan kepemilikan senjata di Australia. Meskipun Australia dikenal memiliki regulasi senjata paling ketat di dunia sejak tragedi Port Arthur tahun 1996, penembakan terhadap polisi ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang ancaman dari kelompok ekstremis bersenjata.
Organisasi polisi dan serikat petugas menyerukan peningkatan perlindungan terhadap anggota polisi lapangan, termasuk penggunaan rompi antipeluru lebih canggih serta pelatihan menghadapi individu bersenjata dengan ideologi radikal seperti Dezi Freeman.

Harapan Polisi dan Ajakan Menyerah

Mike Bush mengatakan lebih dari 450 petugas terlibat dalam upaya pencarian, penyelidikan, dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

Kepala Polisi Victoria, Mike Bush, kembali menyerukan agar Dezi Freeman menyerahkan diri secara damai. “Prioritas kami adalah keselamatan semua pihak. Kami berharap Freeman mendengarkan imbauan ini sebelum ada korban tambahan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa operasi pencarian tidak hanya bersifat represif, tetapi juga tetap memberi peluang bagi tersangka untuk menyerah tanpa kekerasan.

Point Penting:

  • Dezi Freeman merupakan target utama pengejaran di hutan Victoria, dengan kemampuan survival yang tinggi dan ideologi ekstrem yang membuatnya sangat berbahaya.
  • Kondisi alam sulit, termasuk salju dan angin kencang, memperlambat upaya pencarian.
  • Operasi sekarang mencakup ratusan polisi, unit federal, larangan terbang, hingga kendaraan khusus.
  • Keluarga Freeman menjadi sorotan tapi sejauh ini tidak ditahan secara hukum.
  • Para ahli memperkirakan perburuan ini bisa berlangsung panjang kecuali ada intervensi atau kesalahan dari pihak Freeman.

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *