Kasus Remaja Tewas di Asahan

Kasus Remaja Tewas di Asahan: Fakta Terbaru & Investigasi Polda 2025

Kasus Remaja Tewas di Asahan: Fakta Terbaru dan Investigasi Polda Sumut

Kasus Remaja Tewas di Asahan

Polda Sumut Selidiki Kasus Remaja Tewas di Asahan

Kasus remaja tewas di Asahan akibat dugaan kekerasan oknum polisi masih menjadi perhatian publik. Polda Sumut telah melakukan investigasi terhadap beberapa anggota kepolisian yang diduga terlibat, namun hasil penyelidikan belum diumumkan.

Menurut Kompol Siti Rohani Tampubolon, beberapa polisi telah diperiksa, namun belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab.

“Kami masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari Propam,” ujar Siti pada Senin (17/3/2025).

Kasus ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk lembaga hak asasi manusia dan organisasi masyarakat sipil. KontraS Sumut, sebagai organisasi yang fokus pada isu pelanggaran HAM, ikut melakukan investigasi independen untuk memastikan transparansi dalam kasus ini.

Kronologi Kasus Remaja Tewas di Asahan

Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh KontraS Sumut, berikut kronologi lengkap kejadian yang menyebabkan meninggalnya Pandu Brata Syahputra Siregar (18):

1. Pandu Brata dan Teman-Temannya Dikejar Polisi

Pada Sabtu (8/3) pukul 22.00 WIB, Pandu bersama sembilan temannya berkumpul di sebuah warung kopi di Jalan Durian, Asahan. Setelah tengah malam, mereka melewati area perkebunan PT Sintong, di mana sekelompok pemuda tengah melakukan lomba balap lari.

Pada Minggu (9/3) pukul 00.30 WIB, beberapa polisi datang untuk membubarkan kegiatan tersebut dengan melepaskan tembakan peringatan. Para pemuda pun berusaha melarikan diri.

2. Insiden Fatal: Polisi Diduga Menendang Motor Pandu

Pandu dan empat temannya mencoba melarikan diri dengan satu sepeda motor, namun mereka dikejar polisi. Dalam pengejaran itu, polisi diduga menendang motor mereka, menyebabkan Pandu terjatuh dan tertabrak kendaraan petugas.

Berdasarkan keterangan saksi, setelah jatuh, Pandu mengalami tindakan kekerasan lebih lanjut.

“Pandu sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya tidak sadarkan diri,” ungkap seorang warga yang menyaksikan kejadian.

3. Pandu Dibawa ke Polsek dan Dinyatakan Positif Narkoba

Pandu yang mengalami luka-luka kemudian dibawa ke Puskesmas Simpang Empat untuk mendapat perawatan medis. Setelah mendapat jahitan di pelipisnya, ia dipindahkan ke Polsek Simpang Empat.

Di sana, ia menjalani tes urine sebanyak dua kali dan dinyatakan positif narkoba oleh polisi. Namun, pihak keluarga mempertanyakan hasil tes tersebut dan meminta investigasi lebih lanjut.

4. Kondisi Pandu Memburuk Hingga Meninggal Dunia

Pada Minggu (9/3) pukul 10.00 WIB, Pandu dijemput keluarganya dan dibawa pulang ke kos. Ia mengeluhkan sakit di bagian perut dan mengaku telah ditendang serta ditabrak polisi.

Senin pagi (10/3), ia dibawa ke rumah sakit, di mana hasil pemeriksaan menunjukkan pendarahan di lambung dan ulu hati, yang mengindikasikan cedera serius akibat benturan keras.

“Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 16.30 WIB,” ungkap dokter yang menangani Pandu.

Reaksi Publik dan Tuntutan Keadilan

Kasus remaja tewas di Asahan ini memicu protes dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis HAM dan keluarga korban. Mereka menuntut transparansi penuh dalam penyelidikan serta keadilan bagi Pandu.

Beberapa aksi demonstrasi telah dilakukan di depan Mapolda Sumut untuk menekan pihak kepolisian agar mengusut kasus ini dengan adil dan tidak melindungi oknum yang terlibat.

“Kami tidak ingin kasus ini berakhir tanpa kejelasan. Jika memang ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan,” ujar salah satu aktivis KontraS Sumut.

Selain itu, masyarakat berharap ada revisi dalam prosedur penanganan kasus oleh aparat kepolisian agar tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.

Polisi Berjanji Akan Transparan dalam Kasus Remaja Tewas di Asahan

Plt Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Yudhi Surya Markus Pinem, menegaskan bahwa Polda akan mengawal kasus ini dengan transparansi penuh.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran, maka tindakan hukum tegas akan diberikan kepada anggota yang terbukti bersalah,” kata Yudhi.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Biarkan proses hukum berjalan,” tambahnya.

Kesimpulan: Keadilan untuk Kasus Remaja Tewas di Asahan

Hingga saat ini, kasus remaja tewas di Asahan masih dalam tahap penyelidikan. Pihak keluarga dan masyarakat luas berharap ada kejelasan hukum dan tidak ada impunitas bagi oknum yang terlibat.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa penegakan hukum harus berjalan adil, tanpa ada penyalahgunaan wewenang dari aparat kepolisian.

Sebagai masyarakat, kita semua menantikan langkah hukum yang tegas dan transparan demi tegaknya keadilan bagi korban.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *