Kondisi Langka Gigantomastia Membuat Payudara Membesar Secara Ekstrem dalam Hitungan Bulan
Kondisi langka bernama gigantomastia telah mengubah hidup beberapa wanita secara drastis di seluruh dunia. Salah satunya adalah Michelle Sekwena, seorang wanita berusia 25 tahun asal Pretoria, Afrika Selatan, yang mengalami pembesaran payudara yang ekstrem dalam waktu singkat — dari ukuran 32A menjadi 34G hanya dalam beberapa bulan.

Awalnya, Michelle merasa nyaman dengan bentuk tubuhnya. Namun ia mulai menyadari adanya perubahan ketika payudaranya mulai terasa nyeri, berubah warna menjadi kemerahan, serta terasa gatal saat menggunakan bra. Rasa sakit itu berubah menjadi beban fisik dan psikologis saat ukuran payudaranya membesar secara tak terkendali yang biasa disebut dengan kondisi langka gigantomastia.

“Orang-orang mengira saya sedang hamil. Saya kesulitan berjalan, punggung dan lutut saya sakit karena beban berat itu,” ujar Michelle dalam video TikTok yang kini sudah ditonton lebih dari 22 juta kali.

Apa Itu Kondisi Langka Gigantomastia?
Kondisi langka gigantomastia merupakan gangguan medis yang menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara secara cepat dan berlebihan. Hingga kini, hanya sekitar 300 kasus yang tercatat di seluruh dunia, menjadikannya sebagai salah satu kondisi paling jarang dijumpai.
Menurut Dr. Sarah Kumalo, seorang ahli endokrin dari Johannesburg, “Gigantomastia bisa muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas. Dalam beberapa kasus, pertumbuhannya bisa memakan waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang hanya butuh hitungan minggu.”
kondisi langka gigantomastia ini sering kali dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon, pubertas, kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, gangguan autoimun, atau obesitas. Dampaknya sangat besar, baik secara fisik maupun psikologis.
Media Sosial Menjadi Harapan untuk Biaya Operasi
Michelle mengalami tekanan luar biasa. Ia kehilangan rasa percaya diri, sulit tidur, dan harus menghadapi komentar serta tatapan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya. Biaya operasi pengecilan payudara yang mencapai 150.000 Rand Afrika Selatan (sekitar Rp135 juta) jelas di luar kemampuannya.
Berbekal keberanian, Michelle mulai membagikan kisahnya di TikTok. Dukungan dari warganet yang simpati pun mengalir deras. Dari situ, ia berhasil mengumpulkan dana untuk menjalani operasi pada Februari 2025. Ukuran payudaranya kini berhasil dikurangi menjadi 34D — ukuran terkecil yang memungkinkan untuk kasusnya.
“Saya merasa hidup saya kembali,” ungkap Michelle dengan penuh haru. “Akhirnya saya bisa tidur nyenyak dan berjalan tanpa rasa sakit.”

Kisah Serupa dari Brazil dan Australia
Ternyata, Michelle bukan satu-satunya wanita yang mengalami kondisi langka gigantomastia. Di Brazil, seorang wanita muda bernama Thaynara Marcondes juga mengalami pembesaran payudara secara drastis di usia 22 tahun.

Ukuran payudaranya yang terus membesar membuat ia tak bisa lagi memakai bra, bahkan pakaian ukuran plus pun tidak muat. “Saya mencoba delapan atasan dan tidak ada satu pun yang muat. Saya panik,” tuturnya kepada G1 Brazil.

Kondisinya bahkan membuat orang menuduhnya menyembunyikan barang curian di balik pakaiannya. Ia akhirnya menjalani operasi pengangkatan jaringan payudara seberat 10 kg dalam prosedur selama 10 jam.

“Saya sering menangis melihat diri saya di cermin. Saya merasa cantik sekarang,” ungkapnya pada CNN Brazil.
Sementara itu, Paige Amelia, 29 tahun, asal Melbourne, Australia, justru memilih untuk tidak menjalani operasi meski ukuran payudaranya mencapai cup P. Ia justru memanfaatkan penampilannya melalui platform OnlyFans dan meraih penghasilan lebih dari Rp5,8 miliar per tahun.

“Kadang pertumbuhannya berhenti, kadang dalam sebulan langsung membesar drastis,” ujarnya. “Saya harus pesan bra khusus seharga sekitar AU$280 (Rp2,7 juta) tiap kali.”

Namun ia mengaku merasa tidak nyaman saat berada di ruang publik, karena sering mendapat tatapan dan penilaian negatif dari orang lain akibat kondisi langka gigantomastia ini.
Seruan untuk Kesadaran Medis dan Dukungan Emosional
Para ahli medis menyerukan pentingnya edukasi masyarakat terkait kondisi langka gigantomastia, terutama karena dampaknya sangat berat secara mental dan fisik. Banyak penderita merasa malu atau tidak tahu harus ke mana mencari bantuan.
Dr. Kumalo menambahkan, “Pemeriksaan hormon dan imunologi sangat penting jika terjadi pembesaran payudara yang tidak wajar. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi berat di kemudian hari.”
Sementara itu, Michelle berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi wanita lain untuk berani mencari pertolongan dan tidak merasa sendirian.
“Saya ingin wanita lain tahu bahwa mereka tidak sendiri. Media sosial benar-benar menyelamatkan hidup saya.”
Kehidupan Setelah Gigantomastia
Perjalanan Michelle, Thaynara, dan Paige menunjukkan bahwa kondisi langka gigantomastia bukan sekadar isu medis, tetapi juga tantangan sosial dan emosional. Meski jalan mereka berbeda — ada yang memilih operasi, ada yang memilih menerima — semua kisah mereka mengandung satu benang merah: perjuangan untuk kembali mencintai diri sendiri.
Kini, Michelle bisa berjalan dengan percaya diri, tidur nyenyak, dan kembali memakai pakaian yang ia suka. Meski ada kemungkinan kondisi itu kambuh, ia memilih untuk tetap optimis.
“Tubuh saya tidak menentukan nilai diri saya. Yang menentukan adalah keberanian saya untuk bertahan,” pungkasnya.