7 Fakta Terbaru tentang Penindakan Pencurian Ritel di Melbourne
Melbourne kembali diguncang dengan terbongkarnya salah satu sindikat pencurian ritel terbesar dalam sejarah negara bagian Victoria. Melalui operasi besar-besaran bertajuk Operation Supernova, pihak kepolisian Victoria berhasil menangkap 19 tersangka dan menyita barang bukti dengan nilai fantastis. Berikut ini 7 fakta penting seputar Penindakan Pencurian Ritel yang menjadi sorotan Australia pada pertengahan Agustus 2025.

1. Operasi Supernova Bongkar Sindikat Pencurian Barang Ritel Senilai Lebih dari Rp150 Miliar
Kepolisian Victoria mengungkap bahwa Penindakan Pencurian Ritel telah menemukan sindikat ini telah mencuri barang senilai lebih dari $10 juta AUD, atau sekitar Rp150 miliar. Barang-barang yang menjadi target meliputi susu formula bayi, obat-obatan, vitamin, produk perawatan kulit, sikat gigi elektrik, dan perlengkapan mandi lainnya dari berbagai supermarket besar dan apotek di Melbourne.

Operasi Penindakan Pencurian Ritel ini dipimpin oleh Box Hill Divisional Response Unit, bekerja sama dengan para peritel serta dukungan dari Australian Border Force. Ini menjadi bagian dari retail theft crackdown terbesar dalam dekade terakhir di Australia.
2. Penindakan Pencurian Ritel Menangkap Para Pelaku Didominasi Pelajar Internasional Berkewarganegaraan India
Mayoritas dari 19 tersangka yang diamankan dari Penindakan Pencurian Ritel ini merupakan warga negara India yang tinggal di Australia dengan status visa pelajar, bridging visa, atau visa sementara. Mereka diduga bekerja dalam jaringan terorganisir untuk mencuri barang dan menyerahkannya kepada pihak ketiga yang disebut sebagai “receiver”, yang kemudian menjual kembali barang curian itu untuk mendapatkan keuntungan.

Hal ini menyoroti celah dalam sistem imigrasi dan pengawasan mahasiswa asing yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kriminal.
3. Rincian Penangkapan dan Jumlah Barang Curian yang Luar Biasa
Beberapa tersangka utama dalam kasus retail theft crackdown ini adalah:
-
Seorang pria berusia 22 tahun dengan visa pelajar didakwa atas 54 kasus pencurian senilai lebih dari $136.000 AUD.
-
Seorang pria 24 tahun didakwa mencuri barang senilai $111.000 AUD dari berbagai lokasi toko.
-
Seorang wanita berusia 54 tahun dari Springvale yang berperan sebagai receiver ditangkap bersama barang curian senilai lebih dari $25.000 AUD.
Total barang curian yang berhasil disita dan diamankan mencapai lebih dari 10 juta dolar Australia.
4. Pencurian Ritel di Victoria Meningkat Tajam 38% dalam Satu Tahun
Menurut data Kepolisian Victoria, terdapat lebih dari 41.000 kasus pencurian ritel yang tercatat dalam satu tahun terakhir—naik sekitar 38 persen dibanding tahun sebelumnya. Fenomena ini menjadikan pencurian ritel sebagai salah satu kejahatan dengan pertumbuhan tercepat di negara bagian Victoria.
Fakta ini membuat pemerintah dan pelaku usaha ritel semakin waspada, dan menuntut adanya tindakan serius dan terkoordinasi.
5. Pelaku Usaha Desak Pemerintah dan Polisi Bertindak Lebih Tegas
Asosiasi Ritel Australia (ARA) menyambut baik penangkapan ini, tetapi menyatakan bahwa pencurian ritel masih menjadi tantangan nasional yang kompleks.
Kepala Urusan Industri ARA, Fleur Brown, menyatakan bahwa tidak ada solusi tunggal untuk menekan angka kejahatan ritel. Ia menyarankan pendekatan multi-strategi, termasuk:
-
Menambah sumber daya kepolisian khusus untuk kejahatan ritel,
-
Mendorong legislasi khusus tentang kejahatan ritel,
-
Mengadopsi kebijakan terbaik dari negara bagian lain yang lebih berhasil menangani isu ini.
6. Ancaman Lain: Geng Remaja Bersenjata Menyerbu Toko
Selain sindikat pencurian besar, fenomena “swarming gangs” yang terdiri dari remaja bersenjata juga marak terjadi di toko-toko IGA dan supermarket lainnya di Victoria. Mereka biasanya datang dalam kelompok besar dan menyerbu toko secara tiba-tiba, beberapa bahkan membawa parang dan senjata tajam.
CEO Ritchies Supermarkets mengungkapkan bahwa perusahaannya mengalami kerugian tahunan sekitar $15 juta AUD akibat pencurian, dan tingkat kehilangan barang meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Beberapa toko bahkan terpaksa mengunci pintu dan hanya melayani pelanggan satu per satu demi keamanan staf dan pelanggan.
7. Pemerintah Siapkan Legislasi Baru untuk Lindungi Pekerja Ritel
Menanggapi meningkatnya kekerasan di sektor ritel, Pemerintah Victoria sedang menyusun legislasi baru yang akan memperberat hukuman terhadap pelaku kekerasan fisik, intimidasi, dan ancaman terhadap pekerja toko.
Selain itu, pemerintah juga tengah merancang kebijakan yang memperketat persyaratan jaminan bagi pelaku kejahatan ritel agar tidak dengan mudah kembali beraksi setelah dibebaskan sementara.
Penindakan Pencurian Ritel Butuh Dukungan Menyeluruh
Kasus ini menunjukkan bahwa Penindakan Pencurian Ritel di Melbourne bukan hanya tugas kepolisian semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor ritel, lembaga penegak hukum, dan komunitas internasional untuk memutus rantai kejahatan terorganisir yang memanfaatkan celah hukum dan sosial.
Langkah-langkah penegakan hukum yang kuat, dukungan legislasi, serta edukasi bagi pelajar asing dan masyarakat umum akan menjadi kunci keberhasilan dalam menekan pencurian ritel di masa mendatang.