Probiotik Jadi Menu Favorit Makan Siang Anak Sekolah Jepang 2025, Ini Manfaatnya!

Probiotik Jadi Menu Favorit Makan Siang Anak Sekolah Jepang 2025, Ini Manfaatnya!

Probiotik Jadi Menu Favorit Makan Siang Anak Sekolah Jepang, Ini Manfaatnya!

Probiotik kini menjadi salah satu menu favorit dalam makan siang bergizi anak-anak sekolah di Jepang. Program makan siang sekolah di Negeri Sakura bukanlah hal baru. Sejak tahun 1889, tradisi menyajikan makan siang sehat sudah dimulai dari inisiatif sekolah swasta di Prefektur Yamagata, dan secara resmi diatur melalui Undang-Undang Makan Siang Sekolah pada tahun 1954.

Makan siang gratis di sekolah Jepang

Di Jepang, makan siang sekolah dikenal sebagai kyushoku dan merupakan bagian penting dari sistem pendidikan. Salah satu contoh implementasinya adalah di SD Homei, Tokyo, yang telah menjalankan program ini sejak 1938. Sekolah ini kini menyajikan makan siang tiga kali seminggu dengan dua kali dalam bentuk bento dan satu kali buffet. Menunya sangat beragam, dari masakan Jepang, Barat, hingga Tiongkok, yang disesuaikan dengan gizi dan selera anak.

Makan siang gratis di sekolah Jepang

Ahli gizi SD Homei, Chiaki Okubo, mengungkapkan bahwa sekolah sangat memprioritaskan bahan lokal dan menu yang bergizi seimbang. Salah satu menu favorit siswa adalah yogurt dari Yakult Honsha yang menjadi bagian tetap dalam makan siang. “Yogurt Yakult ini teksturnya ringan, enak, dan jadi sumber kalsium serta probiotik yang baik untuk anak-anak,” jelas Okubo.

Yakult sebagai tambahan asupan gizi

Manfaat Probiotik bagi Anak Sekolah

Produk yogurt Yakult dikenal mengandung Lactobacillus casei Shirota strain, yaitu bakteri baik yang berfungsi sebagai probiotik. Probiotik memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain:

  • Menjaga kesehatan pencernaan

  • Melawan bakteri jahat

  • Meningkatkan penyerapan nutrisi

  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh

“Jika ditambahkan dalam makan siang, probiotik seperti Yakult ini bisa menyempurnakan nilai gizi menu sekolah,” tambah Okubo.

Pembelajaran Disiplin dan Kebersamaan dari Makan Siang

Proses makan siang di SD Homei bukan sekadar kegiatan makan, tetapi juga pendidikan karakter. Siswa mengambil makanan dengan tertib, makan bersama guru di kelas, dan membersihkan piring mereka sendiri. Nyaris tidak ada sisa makanan yang terbuang. Ini menunjukkan bagaimana makan siang bergizi juga menjadi sarana mendidik anak soal disiplin dan tanggung jawab.

Inspirasi untuk Indonesia: Menu Sekolah Bergizi dan Probiotik

Indonesia sendiri telah memulai program makan siang gratis untuk anak sekolah sejak tahun lalu. Namun, agar program ini optimal dan berdampak besar dalam mencegah stunting, diperlukan keterlibatan ahli gizi seperti yang dilakukan di Jepang.

Antonius Nababan, pemimpin delegasi Yakult Indonesia, mengatakan, “Kami mengajak melihat langsung sistem makan siang di Jepang yang sudah berjalan sejak ratusan tahun lalu dan sangat berhasil dalam meningkatkan kesehatan generasi muda.”

Mengenal Shirotaisme: Filosofi di Balik Yakult

Yakult pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Jepang Dr. Minoru Shirota pada 1935. Ia berhasil mengisolasi bakteri Lactobacillus casei Shirota dan memproduksi minuman probiotik fermentasi susu untuk meningkatkan kesehatan usus.

Dr. Minoru Shirota, Yakult Founder

Filosofi Shirota dikenal sebagai Shirotaisme, terdiri dari tiga prinsip utama:

  1. Pencegahan penyakit lebih baik dari pengobatan

  2. Menjaga kesehatan usus untuk memperpanjang umur

  3. Produk kesehatan dengan harga terjangkau bagi semua orang

Ketiga prinsip ini menjadi fondasi keberhasilan Yakult yang kini dipasarkan di 40 negara dengan total konsumsi harian mencapai lebih dari 40 juta botol, termasuk di Indonesia.

Yakult Lady: Strategi Pemasaran yang Personal dan Efektif

Salah satu kekuatan Yakult di Jepang adalah keberadaan Yakult Lady, tim pemasaran perempuan yang menjual produk dari pintu ke pintu. Sejak dimulai tahun 1963, sistem ini telah membantu meningkatkan penjualan dan membangun hubungan personal dengan pelanggan.

probiotik
Yakult Lady di Jepang

Para Yakult Lady bekerja 5 jam per hari dan bisa menghasilkan hingga ÂĄ160.000 (sekitar Rp16 juta) per bulan. Selain menjual, mereka juga memberikan edukasi tentang manfaat probiotik secara langsung kepada konsumen.

Yakult Lady Indonesia

Nao Komatsu, Direktur Marketing Yakult Indonesia, menyatakan bahwa kontribusi Yakult Lady mencapai lebih dari 50% penjualan. Di Indonesia sendiri, jumlah Yakult Lady terus bertambah, dan jangkauannya masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Kesimpulan: Probiotik dan Edukasi Gizi untuk Masa Depan Anak

Dari Jepang, kita belajar bahwa probiotik bukan hanya sekadar tambahan makanan, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak. Dengan kombinasi menu bergizi, kontrol ahli gizi, dan pendekatan edukatif seperti Yakult Lady, Jepang telah membangun budaya makan sehat sejak dini. Indonesia bisa menjadikan hal ini sebagai inspirasi agar generasi muda bebas stunting, lebih sehat, dan lebih tangguh.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *