Putra-Putri Presiden RI Rukun, Tapi Orang Tuanya Belum Tentu
Jakarta, 27 Maret 2025 – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan menarik terkait kerukunan putra-putri Presiden RI yang baru-baru ini berkumpul dalam acara ulang tahun Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (Didit), putra Presiden ke-8 Prabowo Subianto. Meski menyebut pertemuan anak-anak mantan presiden sebagai hal yang positif, Jokowi meragukan hubungan baik di antara para orang tua mereka.
Momen Langka Putra-Putri Presiden RI Berkumpul
Pada Minggu (24/3), putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, mengunggah foto bersama anak-anak mantan presiden RI di akun X (Twitter) @puanmaharani_ri. Foto tersebut menampilkan kehadiran:
- Guntur Soekarnoputra (putra Soekarno)
- Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto, putri Soeharto)
- Ilham Akbar Habibie (putra BJ Habibie)
- Yenny Wahid (putri Gus Dur)
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY, putra SBY)
- Gibran Rakabuming Raka & Kaesang Pangarep (putra Jokowi)
Momen ini dinilai langka mengingat para tokoh tersebut berasal dari latar belakang politik yang berbeda.
Jokowi: “Anak-Anak Rukun, Tapi Orang Tuanya Belum Tentu”
Saat dikonfirmasi di kediamannya (27/3), Jokowi menyatakan apresiasi atas kerukunan anak-anak mantan presiden. “Ya positif, bagus,” ujarnya. Namun, ia meragukan hubungan baik di antara para mantan presiden.
“Putra-putri presiden rukun-rukun, bagus. Tapi belum tentu orang tuanya,” tegas Jokowi.
Ketika ditanya apakah keempat mantan presiden (Megawati, SBY, Jokowi, dan Prabowo) bisa bertemu dalam satu forum, Jokowi menjawab, “Bisa saja, tapi kelihatannya kok enggak mungkin.”
Analisis Dinamika Politik di Balik Pertemuan Ini
1. Sejarah Hubungan Antar-Mantan Presiden
- Megawati vs SBY: Ketegangan terjadi pasca Pemilu 2004 ketika SBY mengalahkan Megawati.
- Jokowi vs Prabowo: Persaingan sengit dalam dua pemilu (2014 & 2019), meski akhirnya berkoalisi di 2024.
- Prabowo & Elite Orde Baru: Hubungannya dengan keluarga Soeharto masih kompleks.
2. Makna Pertemuan Anak-Anak Presiden
Pakar politik UGM, Dr. Arie Sudjito, menyebut pertemuan ini sebagai “symbolic reconciliation” (rekonsiliasi simbolis). “Ini menunjukkan bahwa di luar konflik politik, generasi muda elite bisa menjaga hubungan baik,” jelasnya.
3. Potensi Kolaborasi Masa Depan
Beberapa analis melihat pertemuan ini sebagai pintu terbuka untuk kerja sama di bidang bisnis atau sosial, meski di ranah politik masih sulit.
Tanggapan Publik & Netizen
Momen ini viral di media sosial dengan beragam tanggapan:
- “Ini bukti bahwa anak muda bisa melampaui konflik generasi sebelumnya.” – @politic_observer
- “Jangan hanya seremonial, harus ada tindak lanjut konkret.” – @reformis_daily
Kesimpulan
Meski putra-putri Presiden RI menunjukkan kerukunan, dinamika politik di antara para mantan presiden masih penuh ketegangan. Pertemuan ini menjadi catatan penting bahwa generasi penerus bisa membangun hubungan lebih harmonis dibanding pendahulu mereka.